Sunday, February 14, 2010

Mau Gaul, Pasang Dulu Sticker Black

Minggu pagi yang bertepatan dengan hari kasih sayang (valentine days) dan Tahun Baru Imlek, saya mempunyai ide kreatif untuk memperhatikan dan mewawancarai para pengguna kendaraan bermotor yang memasang stiker dan penjual stiker yang berlogo BLACK.
Di pagi itu sebelum saya meneliti fenomena baru atas kecintaan mereka pada BLACK, saya mencoba melihat kondisi cuaca pagi itu, ternyata pagi itu bekasi cerah berawan. Tanpa berpikiran kelamaan saya menyalakan mobil hitam saya, tetapi setelah lama memanaskan mobil ternyata orang tua saya berkata “subhan mobilnya jangan digunakan, bapak mau pergi kondangan menggunakan mobil” tutur bapak saya.
Karena mobil digunakan orang tua saya, maka saya menyalakan motor hitam yang saya beri nama Black Thundie. Walaupun saya memiliki dua kendaraan bermotor yang berwarna hitam, sayangnya kedua kendaraan tersebut tidak saya masukan ke Komunitas Otomotif Djarum Black, yakni Black Car Community dan Black Motor Community.
Perjalanan penelitian saya dimulai, penelitian saya ini mencoba mengambil lokasi di Gelanggang Olahraga (GOR) Kota Bekasi. Itung-itung meneliti sambil olahraga dan mencuci mata. Memang setiap akhir pekan di Gelanggang Olahraga ini selalu ramai dipenuhi oleh masyarakat yang berolahraga ataupun cuci mata melihat barang dagangan yang dijual pedagang kaki lima dan lapakers (pedagang dengan melapak), maupun cuci mata untuk melihat pria dan wanita Kota Bekasi yang keren dan cantik.
Penelitian ini saya awali dengan mewawancarai 6 responden yang berbeda, yakni pengguna kendaraan bermotor yang berwarna hitam dan pengguna kendaraan bermotor yang tidak berwarna hitam. Mereka semua menempelkan stiker BLACK dan Djarum Black di kendaraan bermotor mereka.
Dari keenam responden itu saya hanya memberikan dua pertanyaan saja yakni, alasan mereka mengapa menempelkan stiker berlogokan BLACK ataupun Djarum Black di kendaraan bermotor mereka; pertanyaan kedua adalah sejauh mana mereka mengenal Djarum Black.

Pertama, saya bertanya kepada mereka yang menggunakan kendaraan bermotor berwarna hitam. Mereka beralasan bahwa stiker BLACK ataupun Djarum Black itu ditempelkan untuk mengidentifikasikan bahwa motor dan mobil mereka berwarna hitam dan menjelaskan bahwa dengan stiker BLACK ataupun Djarum Black mencerminkan pengguna kendaraan bermotor ini maskulin dan kreatif. Namun ada hal yang sangat lucu, mereka menggunakan stiker Djarum Black dan BLACK hanya untuk menutupi goresan pada kendaraan mereka akibat kecelakaan ataupun tergores sesuatu. Masih dengan pengguna kendaraan bermotor berwarna hitam pertanyaan kedua saya luncurkan, mereka mengenal Djarum Black dari promotion mix (cara/alat yang digunakan untuk berpromosi) produknya yang berada dimana-mana dan event-event yang diadakan oleh Djarum Black sangatlah kreatif, inspiratif, dan inovatif sehingga masyarakat mengenal produk ini bukan dari negatif rokoknya melainkan dari promosi dan event yang dilakukan oleh perusahaan rokok terbesar kedua di Indonesia ini.

Setelah bertanya kepada pengguna kendaraan bermotor yang berwarna hitam, saya lalu bertanya kepada pengguna kendaraan bermotor yang berwarna selain hitam yang menempelkan stiker Djarum Black ataupun BLACK di kendaran bermotor mereka. Pertanyaan pertama, mereka beralasan karena stiker BLACK dan Djarum Black mencerminkan gaya hidup (lifestyle) yang ada pada masyarakat metropolis dan kaum urban masa kini, selain itu alasan mereka karena Djarum Black memiliki Brand Image yang positif yakni produk rokok, tetapi tidak menonjolkan produk rokoknya melainkan lebih menonjolkan kegiatan yang diusungnya yang selalu kreatif dan inovatif. Sehingga mereka merasa ingin terlibat dan terinspirasi untuk berbuat kreatif di dalamnya. Jawaban dari pertanyaan kedua adalah mereka berasumsi sama dengan jawaban dengan penggendara kendaraan bermotor berwarna hitam bahwa mengenal Djarum Black karena promotion mix dan event yang dilakukan, selain itu mereka mengenal Djarum Black karena cita rasa rokoknya yang unik dan beda dari produk rokok sejenis lainnya.
Dari hasil penelitian ini, saya mengambil hipotesa bahwa mereka memasang stiker Djarum Black dan BLACK karena citra hitam dan Djarum Black bagi mereka merupakan salah satu gaya hidup (lifestyle) yang baru di tengah masyarakat perkotaan dan kaum urban yang kreatif, inovatif, dan inspiratif. Dan bagi mereka dalam mengenal produk ini didasarkan oleh brand image Djarum Black yang merupakan suatu produk rokok yang unik dan beda, dan kegiatan dalam mempromosikan produknya selalu menjadi Leader yang bernuansa kreatif, inovatif, dan inspiratif bagi pesaing produk rokok ini.  

Fenomena ini ternyata tidak hanya dapat kita perhatikan di perkotaan saja, tetapi di pelosok desa pun banyak kita jumpai stiker BLACK dan Djarum Black yang menjadi sebuah tempelan lifestyle ataupun iseng belaka. Hal yang unik dan menarik ini mudah sekali diterima dan dicerna oleh masyarakat kita yang konsumtif dan sering meniru. Hal ini patut ditiru oleh perusahaan rokok sejenis dalam memposisikan produk (positioning) sehingga brand image dari produk mereka diterima dengan baik dan positif oleh konsumen mereka ataupun masyarakat.
Hal ini tidak di sia-siakan oleh  PT Djarum, selaku pemegang produk Djarum Black dalam merangkul pecinta motor dan mobil berwarna hitam sebagai ajang promosi mereka dalam mempromosikan produk dan event yang dibuatnya. Melalui jaringan komunitas pengendara kendaraan bermotor ini perusahaan rokok ini membangun image positif di tengah masyarakat. Sehingga cukup mereka menempeli identitas stiker Djarum Black dan mensponsori event yang dilakukan komunitas ini, perusahaan rokok ini mampu meningkatkan omzet dan market penjualan produk mereka dan menjadi leader dalam promosi kegiatan industri kreatif di Indonesia. Mau Gaul, Sudahkah Anda memasang stiker Djarum Black di kendaraan bermotor Anda?

0 comments:

Post a Comment